Tolak UU Cipta Kerja, Massa Aksi Cegat Mobil Bupati Boalemo

1 min read

BOALEMO (BN) – Penolakan terhadap UU Cipta Kerja (Omnibus Law) dilakukan sekelompok massa aksi di setiap daerah. Di Kabupaten Boalemo sendiri, massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Mahasiswa Bersatu (APMB) menolak pengesahan Omnibus Law memulai titik orasi di Jembatan Soeharto Kecamatan Tilamuta. Kamis, (08/10/2020).

Saat bersamaan, rombongan Bupati Boalemo dan beberapa kepala SOPD melintasi titik aksi, sontak perhatian massa aksi langsung tertuju pada mobil Jeep Wrangler Rubiccon merah yang dikendarai Bupati Darwis, dan langsung menghadang mobil yang berplat nomor DM 1 C tersebut.

Ramly Syawal yang bertindak sebagai Korlap saat itu, meminta Darwis Moridu untuk turun dan menemui massa aksi, untuk mempertanyakan kejelasan pembayaran gaji tenaga kontrak dan honorer di Kabupaten Boalemo.

Melihat hal ini, Bupati Darwis pun turun dari kendaraannya dan langsung menjawab tuntutan masa aksi.

Berita terkait : Bupati Darwis : TKD Dan Gaji Tenaga Kontrak Cair September Ini

Ia menjelaskan terkait pembayaran gaji tenaga kontrak dan honorer telah diupayakan Pemkab Boalemo hingga bulan November.

“Untuk pembayaran hak tenaga kontrak dan honorer, secepatnya akan kami bayarkan untuk bulan Agustus dan September ini sepenuhnya, sedangkan untuk bulan Oktober-November hanya dibayarkan 50% dan itupun kami masih menunggu APBD Perubahan yang saat ini masih dievaluasi Gorontalo”, jelasnya

Tidak hanya itu, orang nomor satu di Boalemo ini juga mengatakan, untuk Bulan Desember nanti para tenaga kontrak, masih akan dirumahkan.

“Dan pada bulan Desember akhir tahun ini, para tenaga kontrak dan honorer masih akan dirumahkan, akan tetapi kami telah menyepakati bersama, untuk memanggil kembali tenaga kontrak untuk bekerja di instansi masing-masing pada tanggal 2 Januari 2021 tanpa seleksi”, ungkap Darwis.

Baca Juga : Bupati Darwis Jamin Januari 2021 Tenaga Kontrak, PTT Dan Honorer Akan Kembali Bekerja

Usai mendengarkan jawaban Bupati Boalemo, massa yang dipimpin Ramly Syawal itu melanjutkan aksi tuntutannya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boalemo, terkait RUU Cipta Kerja yang dinilai merugikan para pekerja. (BN)

Wartawan : M.N

error: Maaf. Tidak Tersedia Untuk Pembajak