Terseret Ombak Pantai Batu Buaya, Satu Warga Mananggu Dinyatakan Hilang

1 min read

Laporan / Editor : Zul Hunowu

Boalemo (BN) – Lokasi wisata Pantai Batu Buaya di Desa Kramat, Kecamatan Mananggu memakan korban. Pandri Syawali (18) dikabarkan hilang, setelah terseret ombak sejauh 15 meter saat mandi bersama teman-temannya pada Minggu (12/1) siang sekitar pukul 14.15 wita.

Menurut keterangan Kepala Desa Kramat, Karim Asmu ketika diwawancarai tim Boalemonews.id Pandri yang berniat ingin mandi bersama rekan-rekannya, telah diperingatkan sebelumnya untuk tidak mandi di lokasi tersebut.

“Awalnya korban bersama temannya sudah diperingatkan oleh omnya untuk tidak mandi disitu karena kondisi ombak sangat besar, namun peringatan tersebut tidak diindahkan,” jelas Karim.

Lanjut Karim, beberapa saat kemudian rekan korban melihat Pandri sudah terseret jauh ketengah pantai.

“Setelah itu si korban kelihatan kepalanya sudah di tengah (Pantai) rekannya kira hanya main-main, tapi ternyata setelah beberapa menit ditunggu korban tidak ikut naik ke darar,” beber Karim.

Alhasil, Karim langsung menghubungi pihak Camat dan meminta bantuan warga setempat untuk mencari keberadaan korban.

Pantai Batu Buaya sendiri merupakan salah satu destinasi wisata di Kecamatan Mananggu yang sudah lama dikenal masyarakat, meski demikian wisata pantai ini masih belum dilengkapi rambu-rambu peringatan seperti area batas berenang dan rambu lainnya.

Sementara itu, Hidayat Lamsu selaku Camat Mananggu mengatakan atas kejadian ini pihaknya akan berusaha memasang rambu-rambu peringatan kepada pengunjung agar tidak menimbulkan kejadian serupa.

“Kedepannya atas kejadian ini, nanti kami akan upayakan dari mana sumbernya, kami akan pasang rambu-rambu di tempat wisata ini agar masyarakat bisa lebih waspada, sebab setelah ditelusuri tadi, sekitar 20 meter dari dermaga ini ternyata posisi lautnya itu agak curam,” ungkap Hidayat.

Setelah pencarian lebih dari empat jam lamanya, dengan mengerahkan lima kapal yang terdiri dari pihak Basarnas dan masyarakat, korban belum juga ditemukan. Kondisi ombak yang cukup tinggi sekitar dua meter, ditambah dengan air yang keruh, menyulitkan warga yang dibantu pihak Basarnas untuk menemukan korban dan hingga kini pencarian masih terus dilakukan.

Pukul 18.34 wita pihak keluarga bersama pemerintah setempat dan Basarnas memutuskan menghentikan pencarian sementara waktu dan akan dilanjutkan kembali pada pukul 21.00 wita saat air mulai surut. (#BN)

 906 total views,  8 views today

error: Maaf. Tidak Tersedia Untuk Pembajak