TERKAIT DEMO ABANG BENTOR, PH NUR ALBAR LAPORKAN KASUS KE POLDA

1 min read

Laporan : Tim Kabar Publik, Editor : Mahmud Marhaba / Mohamad Fadhly Suaib

GORONTALO (BN) – Demo Ikatan Pengemudi Bentor (IPB) Gorontalo beberapa waktu lalu kini berbuntut panjang. Pasalnya, tudingan dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota kepada pengemudi Bentor bermuara ke Reskrim Polda Gorontalo. Dokter Nur Albar melaporkan kasus ini melalui kuasa hukum Mr. Ronal Taliki, SH., MH bersama rekan ke Polda Gorontalo.

Diketahui bahwa persoalan yang terjadi berawal ketika Nur Albar menegur dan menasehati stafnya dalam tugas dan pelayanannya untuk bekerja maksimal demi kebaikan dan memaksimalkan tugas dilingkungan dinas Kesehatan Kota Gorontalo.

Namun hal ini bisa bocor keluar dan memberikan informasi yang tidak benar ke masyarakat luas dengan mengata-ngatai penghinaan kepada para abang Bentor.

“Klain saya tidak pernah berkata demikian. Itu pembohongan dan menjurus ke pembunuhan karakter,” ungkap Ronal yang didampingi oleh kuasa hukum lainnya, Ryan Nasaru, SH, Stenly Nipi, SH, Hamzah Seez, SH, Reina Jou, SH dan Oneng Labdullah.

Dijelaskan Ronal, pihaknya merasa heran, karena persoalan ini sudah lama dan tidak mengandung kebenaran seperti yang tersebar di masyarakat. “Kalau memang itu sesuatu yang benar, mengapa tidak saat itu diklarifikasi, tapi sekarang muncul dengan protes dari pihak abang Bentor. Ini namanya pembunuhan karakter dan imbasnya, nama baik klain kami merasa dicemarkan,” ungkap Ronal saat melakukan jumpa pers, Jumat (11/05/2018) di salah satu resto di Kota Gorontalo.

Ditegaskan pula bahwa staf yang memberikan keterangan palsu itu tidak bisa dibiarkan dan pihaknya akan melakukan perlawanan hukum. “Ini penyebaran berita HOAX yang sangat tendensius kepada klain kami. Makanya kami tidak main-main dengan kaitan ini,” tegas Ronal.

Bukan hanya itu, pihak kuasa hukum juga melaporkan staf tersebut kepada Komisi ASN terkait dengan pelanggaran kode etik ASN yang dengan sengaja melakukan kebohongan publik.

“Kami tidak menerima perlakuan staf tersebut yang dengan sengaja memberikan keterangan bohong kepada pihak lain  yang berbuntut pada pembunuhan karakter pejabat di Pemkot Gorontalo,” tegas Ronal dengan penuh keyakinan. (BN)

 1,838 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini