Soal Pengintegrasian Website, Kominfo : Bapppeda Menyepelekan

1 min read

Boalemo (BN) – Polemik website Bapppeda Kabupaten Boalemo yang keluar dari pengintegrasian oleh Diskominfo Kabupaten Boalemo terus berlanjut. plt Kadis Kominfo Kabupaten Boalemo, Suharto Ismail, melalui Kabid Kominfo Bunyamin Otoluwa, kepada Boalemonews.id menjelaskan bahwa pihak Kominfo, merupakan pengelola domain Boalemokab.Go.id dan bertanggung-jawab secara Pemerintahan, sebab melekat sebagai Dinas Teknis secara terpusat di wilayah Kabupaten Boalemo, namun demikian menurut Bunyamin, pengintegrasian website tersebut terkesan disepelekan oleh pihak Bapppeda.

“Sudah beberapa kali kami sebagai pihak Kominfo kami sampaikan ke Bappeda tapi hanya disepelekan,” kata Bunyamin.

Bahkan Bunyamin memeprtanyakan tindakan dari pimpinan Bapppeda, Rusdin Aminu.

“Tindakan menyepelekan dari Bapppeda menandakan tidak mau terintegrasi dan patut dipertanyakan Kinerja dari pimpinan Bappeda,” ungkapnya.

Berita Terkait : Keluar Dari Arus Integrasi Kominfo, Situs Bapppeda Boalemo Rentan Diretas ?

Baca Juga : Situs Bapppeda Boalemo Rentan Kena Hack, Begini Tanggapan Rusdin Aminu

Menurut Bunyamin, Kominfo Kabupaten Boalemo menggunakan nama subdomain dari BoalemoKab, namun server dari Bapppeda terpisah dari pihak Kominfo.

“Hasilnya, server Bapppeda mempunyai kelemahan sesuai hasil skrinsut yang beredar. Toh, seaman apapun websitenya, kalo tempat penampungan nya (server-red) tidak aman, semua yang ada didalam server itu jadi tidak aman,” jelasnya.

Lanjut Bunyamin, “Jelas bahwa server Bappeda itu berbeda dengan Kominfo dan diluar kendali Kominfo, walaupun dia menggunakan subdomain dari kami, karena subdomain itu hanya alamat pengganti IP dari server Bappeda sendiri,” tambahnya.

Sesuai dengan Perpres 95 tahun 2018, pihak yang berwenang menjaga keamanan server, haruslah tenaga yang bersertifikasi dan berpengalaman dan harus divendorkan atau dipihak ketigakan.

“Karena kami sebagai Kominfo sadar di wilayah Boalemo tidak ada tenaga seperti itu, maka kami menggunakan pihak ketiga lokal yang mempunyai standar yang sama,” beber Bunyamin.

Meski demikian menurut Bunyamin, “Check up yang dilaksanakan oleh Kominfo semata-mata menjadi laporan teknis ke pusat. Mungkin dari sisi aplikasi web aman, tapi severnya kan terbukti tidak,” tutupnya. (#BN)

100 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini