Sempat Mangkir, Pimpinan PT AAS Akhirnya Penuhi Undangan Pemda Boalemo

1 min read

Laporan/Editor : Zul Hunowu

Boalemo (BN) – Untuk kesekian kalinya, Pemerintah Kabupaten Boalemo, kembali menggelar rapat, guna membahas kejelasan nasib para petani plasma, setelah sebelumnya Pemda beberapa kali menggelar rapat hanya dihadiri perwakilan PT Agro Artha Surya (AAS).

Namun pada rapat yang berlangsung pada Jumat (14/2), pimpinan PT AAS, Rommy Dharma Setiawan akhirnya memenuhi undangan Pemda dalam rapat bersama Forkopimda Kabupaten Boalemo.

Kehadiran Rommy inipun, sesuai dengan keinginan Bupati Boalemo, Darwis Moridu, yang ingin mengadakan rapat yang dihadiri langsung pimpinan PT ASS tersebut, bahkan dalam rapat-rapat sebelumnya, Bupati Darwis sempat mengultimatum pihak perusahaan, untuk dapat menghadirkan sang pimpinan, sebab jika undangan tersebut tidak diindahkan, Bupati Darwis Moridu mengancam akan menutup dan melakukan pencabutan izin operasional perusahaan sawit milik anak pengusaha Artalita Suryani itu.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam tersebut, Rommy, selaku pimpinan perusahaan, menyatakan persetujuan atas seluruh tuntutan yang disuarakan oleh petani sawit melalui pemerintah daerah, yang telah tertuang dalam lima poin kesepakatan yang dihasilkan dan telah ditanda-tangani oleh Pemerintah Daerah bersama pimpinan PT. Agro Artha Surya.

Beberapa kesepakan tersebut diantaranya,pihak perusahaan diminta untuk menjelaskan langsung kepada masyarakat ihwal pembagian hasil, pemanfaatan lahan 1.400 ha milik petani yang belum ditanami sawit, selain itu, Pemda Boalemo juga meminta perusahaan menyelesaikan pembayaran BPJS ketenagakerjaan yang diberikan tenggat hingga maret 2020 mendatan, perusahaan juga diminta agar terbuka perihal pembagian hasil, serta pemeliharaan lahan oleh perusahaan baik yang belum ditanami maupun yang telah ditanami.

Sementara itu, melalui kegiatan ini Bupati Boalemo Darwis Moridu berharap, kiranya kedepan pihak perusahaan dapat menepati janji, sehingga AAS dapat terus beroperasi di Boalemo. Menurut Darwis, kehadiran perusahaan di Boalemo membawa dampak positif bagi daerah, dimana perusahaan mampu mengurangi pengangguran yang ada. Namun, dibalik itu semua menurut Darwis, pihak pemerintah daerah juga tidak bias mengensampingkan keinginan masyarakat.

“Saya harap ASN maupun masyarakat, untuk bisa memantau agar bagaimana perusahaan ini tetap menetap di Boalemo, bagaimana persoalan antara petani dan perusahaan bisa kerja sama,” jelasnya.

Seperti diketahui, Januari lalu, sejumlah masyarakat mengadakan aksi unjuk rasa kepada pihak perusahan AAS dan pemda Boalemo perihal adanya indikasi kecurangan yang dilakukan oleh AAS dalam pembagian hasil sawit kepada para petani.

104 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

error: Maaf. Tidak Tersedia Untuk Pembajak