Respon Keluhan Petani, Bupati Targetkan Dua Bulan Selesaikan Persoalan Sawit

1 min read

Laporan / Editor : Zul Hunowu

Boalemo (BN) – Bupati Boalemo, Darwis Moridu didampingi Wakil Bupati Boalemo, Anas Jusuf, Sekda Boalemo, Husain Etango, Kapolres Boalemo, AKBP Ahmad Pardomuan, menerima perwakilan para petani kelapa sawit di Kabupaten Boalemo, yang melakukan aksi unjuk rasa di Depan Kantor Bupati Boalemo, pada Selasa (21/1) siang.

Massa aksi menuntut kejelasan dari polemik antara para petani dan pihak perusahaan sawit, yakni PT Agro Artha Surya yang saat ini beroperasi di Kabupaten Boalemo, yang dianggap telah banyak memberikan janji-janji palsu kepada para petani, sebab saat ini ada beberapa persoalan yang dihadapi oleh para petani.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Misno Udin Tolinggi, selaku Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Provinsi Gorontalo. Dihadapan Bupati Darwis, Misno mempertanyakan legalitas lahan petani yang telah diberikan kepada pihak perusahaan.

“Petani sudah memberikan lahannya kepada perusahaan untuk menjadi mitra, tapi dalam perjalanan, ada ketimpangan administrasi, terkait ketidaksinkronan data tentang masalah legalitas lahan,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, beberapa persoalan lain yang menimpa petani, sejatinya telah disampaikan kepada pihak perusahaan, namun menurut Misno, pihak pimpinan perusahaan terkesan menghindar dan selalu hanya mengirimkan wakilnya untuk berhadapan langsung dengan para petani.

“Kami sudah sampaikan ini ke pihak perusahaan, tapi selalu jawabannya nanti akan disampaikan kepada pimpinan, ini yang membuat petani bergejolak,” keluh Misno.

Sementara itu, usai mendengar segala masukan yang disampaikan oleh para petani sawit, Bupati Darwis Moridu meminta waktu hingga dua bulan kedepan, untuk mengkomunikasikan langsung persoalan tersebut dengan pimpinan perusahaan.

“Saya telah dengar semua keluhan dari para petani, saya minta diberikan kesempatan dalam satu atau dua bulan ini untuk mengundang pimpinan perusahaan, saya tidak mau bicara hanya dengan perwakilan perusahaan,” ungkap Bupati.

Bahkan dalam pertemuan tersebut Bupati turut merasa geram dengan sikap pimpinan perusahaan sawit yang seolah tak menghargai undangan Bupati Darwis untuk menuntaskan persoalan tersebut.

“Saya tidak main-main, saya seolah tidak dihargai dengan cara dari pimpinan perusahaan, berapa kali diundang yang datang hanya bawahannya, jadi saya akan undang pimpinan langsung dan saya sampaikan beberapa poin keluhan dari masyarakat,” bebernya.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di Kabupaten Boalemo tersebut menegaskan, jika undangan tersebut tidak diindahkan pihak perusahaan, maka dirinya tak segan untuk mencabut izin perusahaan tersebut.

“Saya sudah berapa kali undang pihak pimpinan perusahaan, tidak diindahkan oleh pimpinan, jadi ini terakhir saya undang, ketika tidak diindahkan saya akan tutup perushaan dan cabut izinnya,” tegasnya. (#BN)

632 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

error: Maaf. Tidak Tersedia Untuk Pembajak