Refleksi 60 Tahun Darwis Moridu, Darwis : Saya Tidak Peduli Dikritik Demi Bela Rakyat

1 min read

Laporan : MFS, Editor : Zul Hunowu

Boalemo (BN) – Bupati Boalemo, Darwis Moridu, menghadiri kegiatan yang bertajuk “Refleksi 60 tahun Darwis Moridu”, sekaligus dirangkaikan dengan launching Wahyudin Moridu Centre (WMC) yang berlangsung di Desa Bongo Nol, Kecamatan Paguyaman, pada Sabtu (28/9).

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Ketua KNPI Boalemo, yang juga anggota DPRD, Wahyudin Moridu, Aleg Saripa Laiya, Sekda Boalemo Husain Etango, Penjabat Kades Bongo Nol, dan masyarakat Desa Bongo Nol tersebut, Bupati Darwis Moridu menyampaikan apresiasinya, atas terselenggaranya kegiatan refleksi 60 tahun Darwis Moridu, yang juga peringatan hari ulang tahunnya yang menginjak usia ke-60 tersebut.

Melalui momen tersebut, sosok yang dijuluki panglima petani berpesan agar para pemimpin bisa peka dengan keinginan rakyat.

Bupati Darwis Saat Memberikan Sambutan

“Seorang pemimpin akan menjadi besar jika dia peka terhadap keinginan rakyat. Saya sering tegas kepada pejabat, itu karena saya ingin rakyat Boalemo mendapat pelayanan yang optimal,” ujar Bupati Darwis.

Meski saat ini kepemimpinannya bersama Anas Jusuf sering menuai kritikan dari berbagai pihak, namun sosok yang akrab disapa Ka Daru ini mengaku hal tersebut merupakan hal biasa, demi membela kepentingan rakyat.

“Meskipun saya dikritik, saya tidak peduli karena bagi saya, membela rakyat lebih penting dari pada jabatan saya sebagai Bupati Boalemo,” tegasnya.

Pada launching WMC juga, Bupati Darwis Berpesan agar tidak hanya melahirkan gagasan semata, namun juga haru dibarengi dengan pengaplikasian di lapangan, sebab jika gagal, maka konsep yang terbilang baru di Kabupaten Boalemo tersebut, tidak akan dipercaya oleh rakyat kedepannya.

Sementara itu, Wahyudin Moridu selaku pembina WMC menjelaskan ihwal terbentuknya organisasi yang diisi oleh para anak muda, mantan tim suksesnya pada pemilihan legislatif, yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Boalemo.

Wahyudin Moridu Saat Memberikan Sambutan

“WMC ini diisi oleh para pemuda yang bekerja untuk kegiatan-kegiatan sosial, yang diinisiasi oleh para pemuda,” ungkap Wahyu.

Lebih lanjut Wahyu, yang juga merupakan anggota parlemen muda ini menjelaskan, meski organisasi ini diisi oleh para mantan tim suksesnya, namun organisasi ini bukanlah sebuah organisasi politik, melainkan murni organisasi sosial.

“Ini bukan organisasi politik, ini organisasi murni bergerak dibidang kemasyarakatan dan sosial, seperti contoh di mananggu, setiap ada kedukaan, acara pesta, mereka berhimpun disitu, bahkan kalau ada masyarakat yang susah, mereka langsung laporkan ke saya sehingga saya bisa turun langsung ke lapangan,” tutupnya. (#BN)

104 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini