Rachmad Gobel : Waduk Bulango Ulu Untuk Anak Cucu kita

1 min read

Laporan : Tim Boalemo News, Editor : Zulkarnain Hunowu

Bone Bolango (BN) – Kemudahan mengelola potensi Desa telah diatur dalam Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Kepala Desa Bade Kabupaten Boyolali, Parwoto mengoptimalkan waduk yang difungsikan untuk pengairan pertani, menjadi Destinasi Wisata berdasarkan peraturan tersebut. Bukan hanya itu seperti dilansir Jitunews.com waduk tersebut dimanfaatkan masyarakat Desa untuk budidaya perikanan dan tentu meningkatkan pendapatan masyarakat “tutur Purwoto, 2017 lalu”

Seperti halnya, penelitian Yunitasari menunjukan, pengelolaan pengembangan Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur ercapai industri pariwisata dan mampu memberikan lapangan pekerjaan baru ataupun usaha sampingan bagi masyarakat Desa (Media Neliti, 2014.
Menurut Utusan Presiden RI untuk Pemerintah Jepang, Rachmad Gobel membenarkan, konsep pembangunan waduk, bukan hanya sebatas konsep perencanaan berdimensi teknis semata, melainkan bersifat lebih komprehensif, dan mengintegrasikan kebutuhan seluruh aspek. Baik aspek ekonomi, sosial dan lingkungan hidup.
Oleh karena itu, segala hal yang berkaitan dengan manfaat yang ditimbulkan oleh pembangunan waduk itu dimasa yang akan datang telah dihitung dengan sebaiknya-baiknya oleh pemerintah. Dirinya juga mengaku, dampak dari pembangunan Waduk seperti rumor yang beredar selama ini, itu sudah selesai dikaji berbagai pihak yang ahli dibidang tersebut.

“Tujuan pemerintah untuk membangun waduk tersebut adalah untuk menjawab kebutuhan generasi kita, dalam hal menjawab tantangan permasalahan Gorontalo kini dan dimasa yang akan datang,”Kata Rachmad Gobel selaku Toko Masyarakat Gorontalo (23/2/19).

Salah satu dampak positif yang akan dihadirkan oleh pembangunan waduk itu, adalah keberadaan kawasan pemukiman baru, yang tertata dengan baik dan rapih.

“sudah pasti, dalam hal relokasi masyarakat terkena dampak, pemerintah telah memikirkan konsep pembangunan kawasan pemukiman yang baru untuk masyarakat terdampak,” kata Rachmad Gobel yang pernah menjabat sebagai Menteri Perdangangan RI.
Menurut Rachmad, sarana dan infrastruktur penunjang kebutuhan masyarakat berupa sekolah, puskesmas, dan pasar menjadi bagian yang telah direncanakan untuk diadakan pada kawasan pemukiman yang dialokasikan bagi masyarakat terdampak.
“Dengan adanya kawasan pemukiman baru tersebut, maka pusat pertumbuhan ekonomi baru bisa tercipta.” Tutup Rachmad.
(#BN)

994 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

error: Maaf. Tidak Tersedia Untuk Pembajak