Putra Bungsu Zainudin MZ, Bakal Mengisi Acara Peringatan HUT Kabupaten Boalemo ke-20

1 min read

Laporan / Editor : Zul Hunowu

Boalemo (BN) – Peringatan HUT Kabupaten Boalemo ke-20 tahun, yang diperingati setiap tanggal 12 Oktober, untuk tahun 2019 ini mengangkat tema “Bersyukur dalam damai Bertasbih dalam karya”.

Menurut Supandra Nur, selaku ketua panitia peringatan HUT Kabupaten Boalemo tahun 2019 kali ini, tema tersebut mencerminkan kedewasaan masyarakat Kabupaten Boalemo, yang senantiasa menjaga daerahnya agar tetap kondusif.

“Ini bermakna bahwa masyarakat Boalemo adalah orang yang senantiasa menginginkan daerah yang kondusif, sehingga diusia yang ke 20 ini, kita sudah selayaknya harus bersyukur, bahwa Boalemo selama ini jauh dari hal-hal yang tidak baik,” ungkap Supandra kepada Boalemonews.id, Rabu (9/10).

Menariknya, pada malam puncak perayaan HUT Kabupaten Boalemo pada 12 Oktober nanti, akan diisi dengan ceramah agama yang akan dibawakan oleh KH. Muhammad Syauqi MZ, yang tak lain merupakan putra bungsu almarhum KH. Zainudin MZ.

Dipilihnya dai tersebut, menurut Supandra, terdapat sisi historisnya dengan almarhum KH Zainudin MZ yang juga pernah mengisi tausiah di Boalemo pada dekade 90an.

“Malam tanggal 12, kami menghadirkan ustad yang bertaraf Nasional, dan kita mendatangkan putra bungsu almarhum Kiyai Zainudin MZ, ini sekaligus untuk mengobati kerinduan terhadap Kiyai Zainudin yang dekade 90an beliau juga pernah mengisi tausiah di Boalemo,” jelasnya.

Tidak hanya ceramah agama, selama bulan Oktober ini, beberapa kegiatan akan turut digelar sebagai rangkaian peringatan 20 tahun berdirinya Kabupaten Boalemo.

“Selama bulan Oktober ini ada beberapa kegiatan yang menjadi rangkaian acara, antara lain, pemilihan Nou dan Uti, festival pop band milenial, juga beberapa kegiatan lain yang dilaksanakan oleh KNPI dan Dinas Pendidikan,” terang Supandra.

Lebih lanjut Supandra berharap, dengan usia Kabupaten Boalemo yang telah dewasa, dapat lebih mendewasakan masyarakatnya untuk memberikan karya terbaik.

“Kabupaten Boalemo saati ni tidak lagi remaja, sehingga diharapkan masyarakat lebih dewasa dan mewujudkan karya-karya yang bisa bersaing dengan daerah lain yang sudah lebih dulu maju,” tutupnya. (#BN)

324 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini