Polemik BPJS, Ini Strategi RSTN Boalemo Layani Pasien

1 min read

Boalemo News

Laporan/Editor : Zulkifli Hunowu

Tilamuta (BN) – Pemutusan kerja sama beberapa Rumah Sakit (RS) dengan pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), tengah hangat dierbincangkan. Isu yang beredar, penghentian layanan kepada peserta BPJS tersebut, disebabkan RS belum terakreditasi dan tunggakan BPJS ke RS yang cukup besar.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSTN Boalemo, Wahyudin Dangkua ketika ditemui diruang kerjanya, Selasa (8/1/19) menjelaskan, bahwa saat ini memang masih terjadi keterlambatan pembayaran dari pihak BPJS sejak 3 bulan terakhir di tahun 2018.

“Kalau kita di RSTN untuk kerja sama dengan BPJS itu masih akan berlangusng. Walaupun pembayaran dari BPJS memang saat ini terjadi keterlambatan, sejak bulan oktober sampai desember 2018 itu sekitar 5 milyar yang belum terbayar,” jelasnya.

Namun Direktur Rumah Sakit Tani dan Nelayan yang baru dilantik beberapa hari lalu itu mengaku, keterlambatan pembayaran oleh pihak BPJS tidak mengganggu pelayanan terhadap pasien di RS yang dipimpinnya.

“Saat ini yang terkendala akibat pembayaran lambat berupa obat – obatan. Tapi kami berusaha tetap melayani masyarakat yang menjadi pasien di RSTN. Tidak ada pasien yang terlantar, semua masih  ditengani.  Kita mensiasatinya dengan melakukan penghembatan obat – obatan dengan tidak menyalahi pelayanan sesuai standar,” ungkapnya.

Kantor Pelayanan BPJS Kabupaten Boalemo

Sementara itu, Kepala BPJS Kabupaten Boalemo, Sri Wahyuni ketika ditemui dikantornya, membenarkan hal tersebut.

“Pembayaran memang saat ini menglami keterlambatan, kami juga saat ini sedang menunggu dana dari pusat, jika anggaran itu sudah ada pasti akan kita bayarkan, bahkan kita juga punya kewajiban membayar denda sebesar 1 persen,” urainya.

Menurut data pihak BPJS Boalemo, peserta mandiri yang saat ini masih menunggak yakni sebanyak 4.128 dari 5.543 atau sekitar 74 persen. Untuk itu Sri berharap para peserta yang masih menunggak pembayaran BPJS untuk segera melakukan pelunasan, agar terhindar dari denda saat akan menggunakan layanan BPJS.

(#BN)

 2,581 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini