PERSETURUAN ANTARA PRESIDEN BENTOR DAN KADIS KESEHATAN KOTA BERAKHIR

1 min read

Laporan : SMSI Gorontalo, Editor : Mohamad Fadhly Suaib / Mahmud Marhaba

GORONTALO (BN) – Ungkapan yang membuat mata kita tercengang, karena selama ini perseturuan antara keduanya cukup menyita perhatian masyarakat Gorontalo. Presiden Ikatan Pengemudi Bentor (IPB), Iwan Abdullatif yang bersi tegang dengan Kadis Kesehatan non aktif, dr. Nur Albar, dengan sendirinya dinyatakan berakhir, setelah Iwan mengakui dirinya bersalah dan meminta maaf kepada dr. Nur Albar. Hal ini dilakukannya secara terbuka saat berbuka puasa bersama di rumah kediaman dr. Nur Albar, Minggu (03/06/2018).

 “Saya selaku Presiden IPB provinsi Gorontalo mengakui dihadapan keluarga dan teman-teman IPB menyatakan bahwa informasi yang kami terima terkait pernyataan ibu dr. Nur Albar adalah tidak benar. Untuk itu di bulan suci Ramadhan ini saya memohon maaf atas kejadian yang pernah saya lakukan dengan mengerahkan massa untuk melakukan demo kepada kepala dinas Kesehatan Kota Gorontalo,” ungkap Iwan Abdullatif secara tegas dan penuh penyesalan.

Didampingi oleh Ketua IPB Kota Gorontalo, Ketua IPB Bonbol dan sejumlah pengurus IPB provinsi, Iwan Abdullatif secara terbuka dihadapan keluarga dr. Nur Albar mengakui bahwa dirinya sudah salah yang menerima segala informasi yang salah dan menyesatkan.

Dengan pernyataan ini pun Kadis non aktif, dr. Nur Albar menyambut itikad baik dari Iwan Abdullatif untuk mengakui kesalahan dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut.

“Saya secara manusia malu dan hina ketika di demo oleh abang bentor yang menyatakan bahwa saya menghina mereka hanya karena persoalan makanan di lingkungan dinas Kesehatan. Dan benar itu adalah hal bohong dan hanya untuk menjatuhkan diri saya,” ungkap dr. Nur Albar sambuil terbata-bata.

Dirinya pun akhirnya melakukan perdamaian dan memberi maaf kepada Iwan Abdullatif bersama semua elemen pengemudi bentor yang telah memfitnah dirinya dengan berita bohong yang disebar oleh staf pegawainya dilingkungan kantor Dinas Kesehatan.

PERKARA DIHENTIKAN DAN KASUS INI SELESAI

Dengan permohonan maaf yang dilakukan oleh Iwan Abdullatif, pihak pengacara dari dr. Nur Albar akhirnya sepakat tidak memperpanjang persoalan ini dan menarik semua tuntutan yang pernah di daftar di Polda Gorontalo. “Kami dari pihak pengacara ibu Nur Albar menerima permoohonan maaf dan segera menarik perkara yang kami daftar pada bulan februari kemarin akibat perbuatan menyebar fitnah dan berita bohong,” ungkap Adv Ronald Taliki, SH yang didampingi Adv Oneng Labdullah, SH.

“Persoalan ini pun dianggap selesai dan perseturuan antara kedua belah pihak dihentikan dengan penarikan berkas laporan pihak klain kami di Polda Gorontalo,” tegas Ronal Taliki yang dibenarkan oleh Oneng Labdullah.

Sementara itu, keluarga dr Nur Albar, menyatakan bahwa pihaknya telah mengakhiri perkara ini dan menjadikan sebuah pelajaran berharga atas sebuah informasi yang belum tentu kebenarannya itu bisa dipegang.

“Saya meminta kepada semua pihak termasuk para abang bentor untuk menyelidiki setiap informasi yang didapat apakah benar atau tidak. Mengkonformasi kepada orang yang tepat adalah sesuatu yang benar sehingga kita tidak terjebak dalam berita hoax,” ungkap Muin yang mewakili keluarga besar dr Nur Albar saat memberikan sambutan mewakili keluarga besar dr Nur Albar. #(BN)

 1,644 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini