Massa APMB Pertanyakan Nasib Honorer, Bupati Darwis Jelaskan Kondisi Keuangan Daerah

50 sec read

BOALEMO (BN) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Boalemo ke-21, diwarnai aksi unjuk rasa yang mempertanyakan kejelasan pembayaran gaji Tenaga Kontrak/Honorer. Senin, (12/10/2020).

Masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Mahasiswa Bersatu (APMB) melakukan orasi di depan kantor Bupati Boalemo, dengan tuntutan pembayaran gaji tenaga kontrak/honorer dan penolakan UU Omnibus Law. Massa aksi yang dikoordinir Ramly Syawal ini menilai, dengan mengalihkan anggaran proyek Penerangan Jalan Umum (PJU), gaji para tenaga kontrak/honorer dapat dibayarkan full hingga Desember.

Melihat keinginan massa yang ingin menemui pemerintah daerah, Bupati Boalemo Darwis Moridu bersama wakilnya Anas Jusuf akhirnya menemui para demonstran.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah telah mengupayakan yang terbaik untuk gaji tenaga kontrak maupun honorer, bahkan Bupati Darwis menuturkan, sangat prihatin dengan kondisi saat ini.

“Bukan hanya bapak ibu yang prihatin dengan kondisi mereka para tenaga kontrak/honorer, saya selaku Bupati saat ini sangat prihatin”, Ungkapnya.

“Olehnya selaku pemerintah daerah, kami mohon maaf dengan kondisi keuangan daerah saat ini yang serba kekurangan, mengingat APBD kita ditarik ke pusat, dengan jumlah 51 milyar untuk penanganan Covid19”, tutur Darwis.

Baca juga : Tolak UU Cipta Kerja, Massa Aksi Cegat Mobil Bupati Boalemo

Selain itu, ia juga mejamin nasib tenaga kontrak/honorer pada tahun 2021 nanti, yang akan dipekerjakan kembali pada 2 Januari tanpa melalui tes seleksi.

Bupati Darwis berharap, ditahun-tahun mendatang kejadian serupa tidak akan terulang lagi.

“Semoga di tahun-tahun mendatang, hal ini tidak akan terulang lagi”, tutupnya. (BN)

Wartawan : M.N

error: Maaf. Tidak Tersedia Untuk Pembajak