Maksud Hati Ingin Mengeluhkan Kualitas Makanan di Sosial Media, Pemilik Akun Facebook Berinisial FH Dipolisikan

1 min read

Laporan / Editor : Zul Hunowu

Boalemo (BN) – Pepatah ‘Jarimu Harimaumu’ seolah tepat dialamatkan bagi pria pemilik akun sosial media Facebook dengan nama Fandy Hamzah. Niat hati ingin mengeluhkan gorengan yang dibelinya di salah satu rumah makan di jalan trans, Desa Hungayonaa, Tilamuta, justru menjadi boomerang bagi dirinya. Pasalnya, Fandi Hamzah dilaporkan oleh Titin Ibrahim, selaku pemilik rumah makan, karena merasa dicemarkan nama baik dan usahanya, atas postingan Fandi di salah satu forum jual beli Tilamuta.

Pada Senin (24/12) pemilik akun Facebook atas nama Fandi Hamzah memposting keluhannya terkait gorengan yang dibelinya. Lewat postingannya Fandi mengungkapkan kekesalannya terhadap penjual gorengan yang dinilainya tidak layak konsumsi.

Gambar : Postingan Akun FB Fandi Hamzah di Group Forum Jual Beli Tilamuta

“Tolong kalau mo ba jual itu haru jujur jgn ba jual yg so busuk bgini uty. Tolong…!!! Jalan pasar minggu yang di muka terminal,” keluh Fandy.

Sementara itu, saat diwawancarai Boalemonews.id, Titin Ibrahim selaku pemilik rumah makan, menceritakan awal mula kejadian tersebut, yang terjadi pada Senin (23/12) malam.

“Awalnya dia membeli gorengan seharga 25 ribu dilayani anak saya Tania, tapi sekitar satu jam kemudian, anak saya beritahu ke saya bahwa ada yang memposting di forum jual beli tilamuta yang mengatakan gorengan yang dibeli itu busuk tidak layak dimakan,” ujarnya.

Mendengar kejadian itupun, Titin langsung meminta anaknya untuk tidak meneruskan jualannya untuk sementara waktu.

“Karena itu, saya langsung perintahkan anak saya untuk tidak lagi menjual sisa gorengan kami, bahkan tahu mentah yang baru diantar, saya belum goreng, dan saya minta yang bersangkutan untuk datang, tapi sekitar satu jam saya menunggu, yang bersangkutan tidak datang, maka saya langsung menuju polres Boalemo untuk melapor,” ungkapnya.

Namun beberapa saat kemudian, Fandi datang ke tempat jualan dengan membawa beberapa temannya, yang meminta pemilik dagangan untuk mengakui apa yang disangkakannya kepada pemilik dagangan.

“Saat saya di perjalanan menuju polres Boalemo, anak saya menelpon katanya yang bersangkutan sudah ada di tempat jualan, sambil membawa teman-temannya, yang bersangkutan minta saya mengakui bahwa dagangan saya itu busuk, dan akan divideokan untuk di posting di grup forum jual beli tilamuta. Namun karena saya merasa tahu yang saya jual itu masih layak makan, makanya saya terus ke polres untuk melaporkan,” bebernya.

Namun sesampainya di Polres Boalemo, Fandi menyodorkan sampel tahu yang dibelinya, dan turut dimakan oleh anggota Polres Boalemo, yang tengah bertugas saat itu, namun setelah dimakan, tahu tersebut terbukti layak untuk dikonsumsi.

Fandi yang semula mengelak dengan tindakannya tersebut, akhirnya meminta maaf, dan mengakui rasa tahu yang dimakan tersebut tidak sesuai dengan seleranya.

“Saya atas nama pribadi memohon maaf atas postingan saya di fb (facebook-red) dan jualan yang ada di (rumah makan) favorit itu bagus semua, mungkin leher saya yang tidak cocok dengan makanan itu,” ujar Fandi dalam video klarifikasinya.

Meski demikian, Titin Ibrahim selaku pemilik rumah makan mengaku akan tetap menempuh jalur hukum atas masalah ini.

“Saya tetap akan proses ini, ini sebagai pembelajaran untuk kita semua agar tidak sembarangan memposting yang mencemarkan nama baik di sosmed,” tutupnya. (#BN)

3,216 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

error: Maaf. Tidak Tersedia Untuk Pembajak