Jadi Tempat Mengais Rejeki, Warga Harap Percepatan Izin Pantai Kota Ratu

1 min read

Laporan / Editor : Zul Hunowu

Boalemo (BN) – Desa Tenilo, merupakan Desa hasil pemekaran dari Desa Pentadu Timur, kini telah jauh berkembang dari sebelumnya, terlebih dengan hadirnya destinasi wisata baru yang bernama Pantai Kota Ratu. Destinasi wisata yang kini menjadi buah bibir di masyarakat tersebut, ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun dari luar daerah Boalemo. Tak ayal, destinasi wisata yang menawarkan keindahan pantai serta pasir putihnya ini, membawa berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Seperti yang diungkapkan Sriyanti Musa, salah satu pengusaha toko kelontong yang berada di jalur perlintasan menuju pantai kota ratu itu mengaku, dengan dibukanya pantai kota ratu sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Boalemo, membuat penghasilannya semakin bertambah.

“Alhamdulillah dengan adanya pantai ratu ini, penghasilan saya meningkat, dari yang tadinya tiap minggu hanya bisa dapat dua sampai tiga juta rupiah, namun saat ini bisa mencapai lima juta rupiah per minggunya,” ujar Sri.

Namun demikian, Sri selaku pengusaha kecil yang turut menikmati imbas dari terbukanya pantai kota ratu berharap, baik pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Gorontalo agar dapat segera mengeluarkan izin untuk pengembangan pantai kota ratu.

“Saya berharap kepada pemerintah Kabupaten dan Provinsi, supaya izin untuk pantai kota ratu ini bisa dipercepat keluarnya,” ungkapnya.

Tidak hanya Sri, yang menjadi salah satu warga yang turut bahagia dengan hadirnya pantai kota ratu ini, namun lain lagi dengan yang dirasakan oleh Rustam Radjak bersama istrinya, Harmiati Taib, kedua sosok ini kini telah mampu menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi, dari hasil berjualan makanan dan minuman di pantai kota ratu, setelah sebelumnya sempat menganggur akibat ketiadaan biaya.

“Alhamdulillah pak, dengan adanya usaha kami di pantai kota ratu ini, kami bisa menyekolahkan dua anak kami sampai kuliah,” bebernya.

Rustam yang sebelumnya berprofesi sebagai petani ini, mengaku saat ini dirinya hanya menggantungkan hidupnya bersama keluarganya dari usaha yang dijalankan di pantai kota ratu.

“Ini usaha saya satu-satunya pak, kalau kemarin masih bertani, kalau musim kemarau begini susah pak, dalam satu kali panen itu tidak cukup memenuhi kebutuhan anak saya bersekolah,” katanya.

Senada dengan Sri, Rustam juga menaruh harapan besar terhadap pengelolaan dan pengembangan pantai kota ratu, sebagai tempatnya mencari nafkah.

“Harapan saya tempat ini dikembangkan terus, dan harapan kami, izin di pantai kota ratu ini segera dikeluarkan, ini permohonan masyarakat Desa Tenilo,” tutupnya. (#BN)

364 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

error: Maaf. Tidak Tersedia Untuk Pembajak