Hakim Tunggal PN Limboto Terima Gugatan Praperadilan Efendi Taludio

1 min read

Laporan / Editor : Zul Hunowu

Boalemo (BN) – Penetapan tersangka terhadap mantan pimpinan Bank Sulutgo Boalemo, Efendi Taludio oleh Polda Gorontalo, atas kasus dugaan korupsi pemberian jenis kredit kepada ASN Boalemo pada tahun 2016, yang diduga melanggar SOP, kini memasuki babak baru.

Efendi bersama kuasa hukumnya, menjalani sidang praperadilan dengan nomor perkara 6/Pid.Prap/2019/PN.Lbo. atas penetapan statis tersangka yang dialamatkan kepadanya, melalui surat No.S.TAP/22/X/2019/Ditreskrimsus tanggal 8 Okt 2019, tentang penetapan tersangka terhadap dirinya, pada Senin (11/11), yang dipimpin hakim tunggal, Ester SH, yang memutuskan, permohonan pihak Efendi, diterima seluruhnya.

Atas putusan tersebut, Hendra Saidi, selaku pengacara dari Efendi Taludio, dihadapan awak media menjelaskan, penetapan tersangka yang dilakukan pihak Polda Gorontalo terhadap kliennya, merupakan tindakan yang salah, bahkan cacat hukum.

“Dalam hal penetapan tersangka, polda telah salah dan bahkan cacat hukum, karena dalam proses penanganan, tanggal 6 Desember 2018 masuk laporan polisi, namun pada tanggal yang sama, langsung penyidikan, jadi mereka melewati proses penyelidikan, yang semestinya penyelidikan dulu, untuk mendalami apakah ini tindak pidana atau tidak, tapi ini sudah langsung ke penyidikan,” ungkapnya.

Bahkan beberapa kejanggalan lain turut disampaikan Hendra, dimana dalam penanganan kasus tersebut, Polda Gorontalo menerbitkan dua sprindik ditanggal yang berbeda, untuk kasus yang sama.

“Tidak hanya itu, dalam proses berjalan, ternyata Polda menerbitkan dua sprindik, yakni pada tanggal 6 desember, dan 8 Oktober 2019, dalam setiap penanganan perkara tidak ada sprindik dua kali, seyogyanya sprindik pertama itu di SP3,” jelasnya.

Berdasarkan bukti-bukti yang disampaikan, PN Limboto menerima seluruh permohonan yang dilayangkan pihak Efendi, bahkan perkara yang sebelumnya dibawa keranah tipikor oleh Polda Gorontalo, dinyatakan sebagai perkara perdata sesuai dengan UU Hukum Perdata, yang merupakan persoalan antara pihak Debitur dan Kreditur.

Menariknya sidang pra peradilan yang melibatkan pihak Efendi Taludio dan Polda Gorontalo ini, merupakan sidang perdana kasus tipikor yang digelar di Provinsi Gorontalo.

Masih menurut Hendra, dari hasil putusan tersebut, selain menggugurkan status tersangka terhadap Efendi Taludio, PN Limboto juga meminta untuk menerbitkan SP3 terhadap kasus yang menimpa kliennya.

“Dan hakim juga mengatakan bahwa penetapan tersangka tidak sah, mencabut status tersangka, dan menerbitkan SP3, dengan demikian status klien kami bersih dan direhabilitasi, dan tidak ada lagi hal yang sifatnya dalam keterkaitan perkara ini bisa menjerat kilen kami,” tutupnya. (#BN)

612 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

error: Maaf. Tidak Tersedia Untuk Pembajak