Dugaan Kasus Korupsi GORR, BPKP Terima Surat Permintaan Audit dari Kejaksaan Gorontalo

48 sec read

Boalemo News

Laporan : Jaringan Berita SMSI, Editor : Ardan

Gorontalo (BN) – Kasus Dugaan Korupsi Gorontalo Outer Ring Road dalam proses penyidikan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo tinggal menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan Negara untuk menetapkan tersangka. Hal ini berdasarkan pengakuan Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Dr. Firdaus Dewilmar, SH, MH kepada wartawan kemarin (3/1/19)  .

Baca : Sepuluh Persen Lagi, Kejati Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus Korupsi GORR

Muchtazar Ilyas selaku Koordinator Pengawasan Bidang Investigasi Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Gorontalo menyampaikan, telah menerima surat perminataan audit perkara GORR dari pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo.

“Mekanisme BPKP tidak boleh menghitung yang tidak jelas sehingga, bulan November 2018 kemarin  kami mengundang pihak kejaksaan untuk mengekspos perkara GORR tersebut” katanya saat ditemui di Kantornya (4/1/19)

Setelah dilakukan gelar perkara oleh pihak Kejaksaan Gorontalo, Pihak BPKP menilai bukti yang ditunjukan belumlah lengkap.

“Hasil ekspos perkara GORR oleh pihak kejaksaan kemarin, ditemukan kekurangan berkas perkara diantaranya, bukti penerima jual beli kepemilikan lahan, NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dan perhitungan appraisal” ungkap Muchtazar.

Terkait Kasus GORR ada ribuan saksi diperiksa dan masih ada yang belum terperiksa, Dirinya mengatakan hal ini membutuhkan waktu, biaya dan tenaga tetapi, biasanya pihak BPKP membutuhkan waktu tidak cukup satu bulan untuk menghitung kerugian keuangan Negara.

“Biasanya pihak kami melakukan audit kerugian keuangan Negara tiga sampai empat minggu lamanya Namun untuk kasus GORR kami belum bisa memastikan karena bukti belum lengkap dan kami belum memulai” pungkasnya

(#BN)

 2,753 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini