DPRD DAN ASN BOALEMO PROTES PIHAK BANK SULUTGO POTONG THR DAN GAJI 13, HASAN BAKAL MEDIASIKAN DENGAN PIHAK DIREKSI

1 min read

Laporan : Zulkifli Noho, Editor : Mohamad Fadhly Suaib / Mahmud Marhaba

TILAMUTA (BN) – Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji 13 merupakan gaji yang di berikan kepada pegawai atau ASN yang didalamnya tidak ada potongan apapun, namun sangat disayangkan ada sebagian ASN yang tidak bisa merasakan gaji tersebut karena memiliki tunggakan di Bank SulutGO.

Mendengar hal tersebut, wakil ketua DPRD Boalemo Hi Hardi Syam Mopangga, S.Pd, M.Si,  kepada media BN melalui Whatsapp meminta kepada pihak bank Sulutgo untuk tidak memotong THR dan perhitungan angka kredit pinjaman menurutnya tidak sesuai dengan pemotongan THR. “Saya meminta kepada pihak bank Sulutgo untuk tidak memotong THR yang masuk ke rekening ASN. Karena yang wajib dipotong adalah gaji 12 bulan karena perhitungan angka kredit pinjaman di hitung per 12 bulan. Hal ini jika terjadi, maka pihak Bank Sulutgo sama saja tidak mendukung kebjiakan presiden.” Ujar Hardi, Kamis (07/06/18) pukul 07:05 Wita melalui Whatsapp.

Hardi juga menambahkan bahwa pihak bank Sulutgo telah hadir di tengah masyarakat hanya menjerat dan menyusahkan para ASN. “Karena gaji untuk THR ini di keluarkan oleh pusat untuk memenuhi kebutuhan lebaran maka bank Sulutgo hadir di masyarakat hanya menjerat dan menyusahkan para ASN,” tambah Hardi.

Sementara itu pihak bank SulutGo, Hasan Hamid, yang didatangi oleh awak media ini menjelaskan terkait masalah pemotongan gaji dan THR ke rekening pinjaman ASN, dirinya tidak berani memberikan kebijakan langsung dan harus menunggu keputusan kebijakan  dari pimpinan. Hasan pula tidak menutup mata dengan kondisi yang terjadi saat ini dan akan menjembatani atau mencari jalan keluarnya, karena kebijakan sepenuhnya pada pimpinan Direksi.

Dirinya sudah mengumpulkan data-data yang menjadi keluhan dari ASN dan akan mengirimkan surat ke pimpinan pusat.

Ditegaskan tentang isi perjanjian kredit dimana sudah jelas tertera bahwa disebutkan salah satunya sumber pelunasan kredit ini adalah dari hasil penyisihan gaji beserta penghasilan lainnya termasuk pensiun dari debitur berdasarkan surat kuasa yang diserahkan kepada bank.

Diungkapkan, Debitur menyatakan memberikan kuasa kepada bank tanpa dapat ditarik kembali untuk mencairkan atau memotong atau memindahkan gaji dan atau penghasilan lainnya yang sah dari Debitur untuk pembayaran angsuran fasilitas kredit dan atau pelunasan fasilitas kredit sebesar yang ditentukan kemudian oleh bank.

Mohamad Awi Pakaya, Kamis (08/06/2018) salah satu anggota Forum Bersatu ASN kabupaten Boalemo keberatan terkait pemindahbukuan ASN. Menurutnya, hal ini merupakan pelanggaran privasi nasabah. “Ini adalah pelanggaran privasi nasabah karena THR atau Tunjangan Hari Raya tidak terkait pada perjanjian akad kredit yang di pindahbukukan dari rekening ASN ke rekening pinjaman ASN. Terkait masalah pemindah bukuan ini sesuatu yang sangat keliru dan melanggar privasi nasabah,” ungkap Awi.

Hal ini pun mendapat protes keras dari beberapa ASN di kabupaten Boalemo. Senada dengan Awi, Ardiyansah Pasoo juga mengatakan bahwa mereka (ASN) akan melakukan somasi terkait hal ini karena menurutnya pemotongan tersebut yang tidak terdapat dalam perjanjian akad kredit. “Kami dari ASN akan melakukan somasi terkait hal ini. Karena jelas klausul pemotonngan melalui THR tidak terdapat dalam perjanjian akad kredit. Ini sangat jelas melanggar undang – undang perbankan,” tutup Ardi.#(BN)

 4,610 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini