BNPT Bersama FKPT Gelar Seminar ‘Perempuan Agen Perdamaian’

1 min read

GORONTALO (BN) – Badan Nasional Penaggulangan Teroris (BNPT) bersama Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT), Kemarin, Senin, (26/10/2020) bertempat di Hotel Aston, menggelar seminar dengan tema Perempuan Agen Perdamaian. Peserta seminar berasal dari 38 organisasi perempuan, NGO pemerhati perempuan, serta beberapa perwakilan Camat dan Lurah di Gorontalo. Ikut hadir pula Asisten Bidang Pemerintahan, Zukri Botutihe dan Ketua BKOW Gorontalo Nurinda Rahim.

Siti Hanifa dari Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia, organisasi nirlaba yang bergerak membela hak-hak perempuan, dalam penyampaian materi seminar mengatakan terdapat fakta perempuan sudah terlibat dan berani mengambil peran dalam aksi – aksi terorisme.

Menurut Siti, kisah bertemunya 7 bidadari dan Jihad Jalan Menuju Surga menggambarkan adanya keterlibatan aktif perempuan. Sedangkan pemicunya yakni pemahaman agama yang parsial dan dangkal serta faktor ekonomi. Kisah ini dibedah para peserta seminar.

Sedangkan Masri Kudrat, Dosen Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo menyampaikan materi tentang Potensi Radikalisme di Daerah dan Pencegahan Radikalisme Melalui Kearifan Lokal.

Menurut Masri, ada beberapa peninggalan situs sejarah di Gorontalo yang melambangkan nilai-nilai persaudaraan yang terjalin. Dia menunjuk situ sejarah ‘hua limo’ atau cincin bertuah. Cincin ini adalah bentuk ikatan janji persaudaraan antara kerajaan Limboto dan Gorontalo ratusan tahun silam (janjia mohutato limutua hulontalo), yang dibuang di danau Limboto sebagai pertanda perdamaian sudah harga mati, karena cincin tak mungkin ditemukan lagi.

“Ini bukti kearifan lokal yang dimiliki yang mesti terus dilestarikan agar diingat setiap ke generasi ”, tegas Kabid Riset FKPT Gorontalo 2015-2019 itu.

Terakhir, pemateri Prof. Ani Hasan menyampaikan tentang Transformasi Faham Radikalisme di Kalangan perempuan dan strategis kebijakan BNPT dalam Penanggulangan Terorisme. Menurut Prof. Ani, perempuan ibu rumah tangga yang paling cepat tahu gejala radikalisme dan terorisme yang tumbuh di keluarga dan lingkungan sekitar. Sehingga itu perempuan diharapkan lebih dulu meredamnya sebelum sikap ekstrim itu melebar.

“Dengan perannya itu menunjukan perempuan adalah agen perdamaian”, jelas Ani.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Perempuan dan Anak FKPT Dr. Talha Dangkua berharap seminar kali ini dapat memberi muatan positif bagi perempuan dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di Gorontalo.

“Ini adalah program rutin BNPT yang dilaksanakan FKPT Gorontalo. Program ini digelar di daerah yang telah ada FKPT”, jelas Talha. (BN)