21 Perusahan Jepang Siap Investasi di Indonesia, Rachmad Gobel : diatas 500 Milyar

56 sec read

Laporan : Tim Boalemo News, Editor : Ardan

Jepang (BN) – Rachmad Gobel Caleg DRI-RI terpilih Partai Nasdem Daerah Pemilihan Gorontalo, melaksanakan pertemuan dengan 21 perusahan Jepang yang akan berinvestasi di Indonesia. Pertemuan G20 Sumit di Osaka Jepang, Kamis (27/6) turut dihadiri Menko Maritim, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian dan Kepala BKPM Indonesia.

“ Sudah banyak perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia, diharapkan dari pertemuan ini akan ada peningkatan investasi dari Jepang, karena Indonesia memiliki pasar yang sangat besar dan bisa menjadi business hub untuk negara ASEAN dan luar negara ASEAN,” kata Rachmad Gobel.

Menurut Rachmad, meningkatkan investasi di Indonesia, ada beberapa kebijakan di bidang keuangan terkait pajak, kepabeanan dan cukai. Antara lain: kebijakan untuk mendapatkan super deductible untuk vocational training dan investasi. Dirinya mengatakan, Fasilitas pertama: mendapatkan tax holiday, antara lain investasi diatas 500 milyar rupiah terhadap 18 jenis usaha (petrokimia, elektronik, otomotif, dll).

“Selain itu, bila perusahaan melakukan vocational training, maka akan mendapatkan fasilitas super deduction di bidang perpajakan. Yang kedua juga diberikan tax allowance. Jadi ada pilihan apakah perusahaan bisa mendapatkan fasilitas tax holiday atau tax allowance,” jelas Rachmad Gobel

“Kalau dahulu untuk mendapatkan fasilitas perpajakan tersebut harus menunggu lebih dari satu tahun, saat ini fasilitas tersebut dapat langsung diterima saat menjalankan investasi di Indonesia,” tambahnya.

Rachmad Gobel menambahkan, mengenai masalah perpajakan terkait digital economy, Pemerintah sangat terbuka dalam hal ini dan bersedia mendiskusikan lebih lanjut. Selain itu, hal ini juga sedang dibahas di G20 mengenai bentuk kebijakan perpajakan di bidang digital economy yang adil dan terbuka.

“Pemerintah Indonesia bersungguh-sungguh untuk membuat iklim investasi di Indonesia semakin menarik, termasuk kebijakan perpajakan yang terbuka, transparan dan adil,” tutupnya (#BN)

 787 total views,  4 views today

error: Maaf. Tidak Tersedia Untuk Pembajak